Sebuah Kota layak sekali untuk dihuni sehingga begitu jelas bahwa kota menyiratkan ada penghuninya. Jika kota adalah tempat sekumpulan manusia maka bagaimana jadinya jika suatu kota tidak dikenali adanya tanda-tanda kehidupan. Jadinya Kota itu disebut Kota Mati

Bayangkan jika kita pergi kesana, apa yang terjadi? Merinding, Takut, Bingung, Cemas atau Biasa saja

Alkisah seorang pengembara, yang telah berkelana kemana-mana. Suatu ketika dalam perjalanannya, sampailah dia ke suatu kota. Keadaan kota itu dilihatnya kacau sekali. Jalan rusak disana sini, bangunan tua yang seperti mau roboh, puing-puing bangunan yang berserakan dan bau-bau busuk yang bertebaran. Kota itu benar-benar tidak layak untuk dihuni, begitulah pikiran yang ada di kepala pengembara itu.

Entah mengapa dia terus saja berjalan menyisiri jalan-jalan yang rusak sambil sesekali berhenti untuk melihat sekeliling. Tidak ada sesuatu awalnya sampai beberapa saat kemudian dia mendengar suara aneh. Seperti suara gemerisik tetapi makin lama lebih mirip isak tangis. Dia terus berjalan hingga di persimpangan jalan yang dihiasi gundukan tanah di sekelilingnya dia melihat ada anak kecil. Rupanya suara isak tangis tadi berasal dari anak itu. Dihampiri olehnya anak tersebut, tampak jelas olehnya keadaan anak itu yang memprihatinkan. Badannya kotor dan penuh luka yang sudah kering, bermata sayu, dan pakaiannya lusuh. Benar-benar kasihan, hanya itu yang terpikir oleh sang pengembara.

Ah nak kenapa disini? mana ayah dan ibumu?

yang terdengar hanya isak tangis, anak itu sepertinya tidak menyadari kehadiran orang dihadapannya

Nak, kenapa menangis?

masih saja menangis

Nak, nak apa yang terjadi disini?, kemana penduduk kota ini?

masih terus terisak anak itu mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah kumpulan gundukan yang terletak agak jauh di sampingnya

Ya ampun gundukan itu ternyata kuburan, apa yang sebenarnya terjadi disini? apakah semua orang disini sudah mati?

Anak itu menoleh ke belakang melihat 5 buah gundukan sambil berkata, yang dua ini ayah dan ibuku, terus disampingnya kakak, kakek dan Paman. Mereka semua mati 5 hari yang lalu

Ada apa disini? apa yang terjadi 5 hari yang lalu?

besok saya akan bertemu ibu, ayah, kakak kakek dan paman. Lebih baik anda pergi saja dari sini, jawab anak itu. Tapi sebenarnya percuma karena seminggu lagi kita akan bertemu kembali lanjutnya

Aneh sekali, sang pengembara merasa aneh dan bingung

Mereka yang menganiaya kami memang boleh berangkuh-angkuh sekarang tetapi nanti kamilah yang akan mengadukan mereka. Nanti kamilah yang akan tetap menang

Aduh sang pengembara itu benar-benar tidak mengerti kemudian berkata lagi, nak apa yang sebenarnya terjadi ?

Mereka bekerja sama dengan Iblis dan menyebarkan racun di kota kami sampai semua orang disini dan yang datang kesini mati, Mereka telah ditipu oleh Iblis itu. Mereka telah menganiaya kami. Mereka berkata mereka membagi-bagi obat. Mereka menipu kami. Padahal mereka telah ditipu oleh Iblis, mereka pikir mereka telah menemukan racun sebagai senjata. Padahal mereka telah ditipu Iblis. Hidup kami memang berakhir teraniaya disini tetapi hidup mereka akan berakhir disini dan disana nanti dalam keadaan yang mengerikan.

Sang pengembara termenung memikirkan sampai, nak apa maksudnya?

Anak itu ternyata sudah tidak ada lagi, menghilang. kemana perginya? sang pengembara mencari, memanggil dan mencari terus sampai lelah tetapi tetap saja dia tidak menemukannya.

Dia beristirahat sebentar, memikirkan kata-kata anak itu. Masih bingung akhirnya dia memutuskan untuk terus melanjutkan perjalanan

Sayangnya seminggu kemudian pengembara itu mati mengenaskan di tengah gurun. Mati Sendirian dan Kebingungan sambil meninggalkan keluhan Mengapa ini semua terjadi?